MY TRIP TO VIETNAM (PART 1)

Vietnam merupakan salah satu  negara yang menjadi destinasi wisata yang cukup populer di mata dunia internasional. Selain lokasinya yang dekat dengan negara-negara asia tenggara lain, nilai tukar mata uang yang relatif lebih rendah dibandingkan mata uang negara lain bahkan bila dibandingkan dengan Indonesia Rupiah (IDR) menjadikan Vietnam sebagai salah satu surga belanja yang murah meriah. Namun, bila dibandingkan dengan negara tetangga yang lain seperti Malaysia, Singapura atau Thailand, tampaknya Vietnam belum termasuk tujuan utama bagi para pelancong khususnya dari Indonesia. 

Oleh karena itu, pada postingan kali ini gw mau sharing terkait pengalaman gw mengikuti kegiatan fieldwork (baca : jalan-jalan) ke Vietnam. Kegiatannya sendiri sudah berlangsung tahun 2015 alias 2 tahun yang lalu. Udah lama pisan tapi nggak ada salahnya gw coba sharing sekarang di post ini sembari menunggu sahur. haha! 

Beberapa bulan sebelum lulus, gw merasa sangat beruntung memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan internasional tepatnya di Hanoi, Vietnam. Kegiatan ini sendiri diprakarsai oleh konsortium universitas yang berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Jepang. Selama 10 hari, gw beserta para mahasiswa dari berbagai negara asal Jepang, Malaysia, Thailand dan Filipina dikumpulkan di satu institusi pendidikan di kota Hanoi, yakni  Hanoi Institute of Science and Technology (HUST), untuk membahas isu ataupun masalah yang ada di negara tersebut. Topik yang diangkat pada fieldwork kali ini lebih ke arah isu kesehatan lingkungan dan masyarakat (environmental and public health).
*Salah satu gerbang dari HUST

Gw sendiri baru mengetahui bahwa ternyata Vietnam memiliki masa lalu yang kelam terkait isu lingkungan khususnya seputar agen kimia dioksin atau biasa yang dikenal dengan sebutan Agent Orange. Apa itu agent orange bisa teman-teman search di google kalau mau gali informasi lebih lanjut. Secara garis besar, agent orange ini merupakan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan herbisida. Terus berbahayanya dimana ???

Kalian pasti pernah dengar sekilas tentang perang Vietnam kan ? Kalau sering nonton film asal hollywood, tentunya pasti pernah mendengar seputar perang Vietnam yang berlangsung sekitar 1960 hingga 1970an. Nah, perang antar dua kubu ini ternyata membawa dampak yang sangat besar hingga sekarang salah satunya terkait penggunaaan herbisida yang mengandung agent orange. Sepanjang yang gw tahu, pihak Amerika Serikat (AS) telah menggunakan herbisida yang mengandung dioksin untuk melenyapkan pasokan makanan serta hasil vegetasi di beberapa lokasi di Vietnam dengan maksud membuat pihak lawan untuk segera menyerah khususnya para tentara gerilya yang bertarung dan bersembunyi di wilayah pegunungan dan hutan. Celakanya, pihak AS belum menyadari bahaya yang tersembunyi dalam penggunaan herbisida ini. Bertahun-tahun kemudian, dampak negatif dari agent orange mulai muncul ke permukaaan. Baik pihak lawan maupun pihak AS terkena efek samping dari penggunaan bahan kimia ini. Dampak yang ditimbulkan mulai dari timbulnya berbagai macam penyakit seperti kanker, imun yang melemah hingga kecacatan janin (birth defect) yang berlanjut hingga beberapa generasi. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, diketahui pula bahwa agent orange ini merupakan zat kimia yang sukar terdegradasi di lingkungan sehingga keberadaannya masih dapat ditemukan di tanah, sungai, air tanah maupun lingkungan yang terpapar bahan kimia hingga saat ini.


*Wilayah pegunungan di Vietnam yang menjadi saksi bisu penyebaran herbisida 

Salah satu teritori yang terkena paparan herbisida ini adalah di district Phu Cat, Bin Dinh Province, Vietnam. Daerah ini dulu pernah digunakan sebagai pangkalan udara saat perang Vietnam berlangsung dan merupakan salah satu wilayah di Vietnam yang terpapar penggunaan herbisida yang mengandung dioksin dalam jumlah besar. Di daerah ini pula telah didirikan sekolah khusus anak-anak yang terkena dampak dari penggunaan herbisida ini yang disebut ‘’dream class’’

Selain melakukan penelitian, kami pun turut mengunjungi sekolah tersebut demi memberikan support secara moril kepada anak-anak yang menderita disabilitas akibat paparan herbisida yang telah dialami oleh orangtuanya. Melalui pengalaman berharga ini, gw merasa sangat bersyukur bahwa gw bisa tinggal dan hidup di negara tercinta Indonesia yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup yang sehat, aman serta nyaman. Selain itu, gw semakin sadar betapa pentingnya lingkungan hidup yang sehat dari berbagai zat-zat berbahaya bagi kelangsungan hidup tidak hanya bagi kita tapi juga bagi generasi mendatang.

(bersambung...)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS BELAJAR BAHASA JERMAN A1

REVIEW BUKU NETZWERK A1

PERSIAPAN TES JLPT N5 TAHUN 2017