MY TRIP TO VIETNAM (PART 2)
Pada postingan kali ini, gw mau sharing terkait 5 hal yang
paling tidak terlupakan selama gw ikutan fieldwork di Vietnam. Karena gw
sendiri hanya mengunjungi satu kota besar di Vietnam yakni Hanoi, oleh
karenanya gw cuma bisa menilai satu kota ini saja.
1. CUACA
For your information, ada 2 kota besar di Vietnam yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara yakni Hanoi dan Ho chi Minh City. Ibu kota Vietnam sendiri adalah Hanoi sedangkan Ho Chi Minh City merupakan salah satu pusat ekonomi terbesar di Vietnam. Selama kurang lebih 10 hari tepatnya pada bulan Agustus, entah kenapa cuaca di sana saat itu lagi panas-panasnya. Bahkan temen-temen gw yang asli orang Vietnamnya sendiri bilang kalau cuaca di bulan tersebut merupakan yang terpanas yang pernah mereka rasakan. Alhasil gw dan teman-teman yang lain berlomba-lomba untuk beli air mineral karena kondisi tubuh yang jadi gampang dehidrasi akibat suhu udara yang sangat panas. Oleh karenanya, untuk yang berencana berkunjung ke Vietnam, alangkah baiknya untuk mencek dan ricek terlebih dahulu iklim maupun suhu udara di destinasi yang dituju via internet sehingga kelak mampu menyiapkan pakaian dan perlengkapan yang proper demi kenyamanan selama berkunjung.
Pemandangan Kota Hanoi dari Atas
2. TRANSPORTASI
Kalau dari segi suasana, gw berpendapat bahwa kota Hanoi
tidak beda jauh dengan kota-kota metropolitan yang ada di Indonesia. Cuman,
dari pengamatan gw sepertinya di Hanoi jumlah motornya lebih banyak dibandingkan
dengan mobil. Faktanya, mayoritas harga motor di sana jauh lebih murah
dibandingkan kendaraan pribadi lainnya. Selain itu, masyarakat di sana juga
biasa menggunakan helm berbentuk unik. Unik karena mayoritas helm yang
digunakan oleh masyarakat Vietnam bentuknya seperti topi biasa pada umumnya dan
tentunya gak berstandar SNI. Kata temen gw yang asli Vietnam, helm dengan
bentuk seperti itu sudah merupakan termasuk helm standar dan diperbolehkan untuk digunakan khususnya
di jalan raya. Gw bayangin kalo helm bentuk seperti itu dipake di indonesia,
walhasil kalo ketemu polisi pasti langsung ditilang. Beda negara ya pasti beda
aturan.
Hiruk Pikuk Kota Hanoi
Untuk angkutan umum sendiri, salah satu yang gw temuin adalah
sejenis bus kota. Menurut gw dari segi jenis kendaraan sebelas duabelas dengan
busway yang ada di Indonesia. Sayangnya, karena selama di Hanoi gw
keliling-keliling naik taksi bareng temen-temen fieldwork, jadinya gw gk sempet merasakan naik kendaraan ini.
Kalo untuk penggunaan taksi, gw menyarankan harus hati-hati
dan cermat dalam memilih taksi karena gw sendiri sempet kena tipu atau scamming. Kalo dari pengalaman gw
kemarin, argo taksi di Hanoi bisa meningkat tajam padahal gw sebelumnya udah
pernah naik taksi di jalur yang sama dengan harga yang lebih murah sehingga
bisa merasakan perbandingan harga yang sangat jauh dari harga normal. Namanya
di negara orang memang harus selalu harus waspada terhadap hal-hal yang tidak
diinginkan termasuk resiko ditipu / scamming.
3. KURS MATA UANG
Dari kaca mata orang Indonesia, Vietnam termasuk negara yang
relatif murah. Kenapa ? Karena dari segi perbandingan kurs mata uang, juga
masih di bawah Indonesia Rupiah. Harga cinderamata dan makanan buat oleh-oleh juga
termasuk terjangkau. Karena gw gak sempat buat ke pusat oleh-oleh di sana,
alhasil gw akhirnya terpaksa beli oleh-oleh khas Vietnam di bandara yang
notabenenya jauh harganya lebih mahal. Jadi, buat kalian yang hobi belanja,
menurut gue Vietnam merupakan salah satu destinasi wisata belanja yang pas demi
memuaskan hasrat untuk menghabiskan uang kalian. Dan Jangan lupa kalau punya
waktu lebih dapat mengunjungi pusat oleh-oleh di sana.
4. MAKANAN
Khusus untuk yang muslim,sejujurnya gw merasakan bahwa relatif
susah untuk menemukan makanan halal, khususnya di Hanoi karena mayoritas
makanan di Vietnam mengandung babi atau paling enggak dimasak menggunakan lemak
babi dan semacamnya. Alhasil, tiap pagi
temen-temen gw pada sarapan dengan berbagai macam makanan khas Vietnam
sedangkan gw hanya bisa menatap mereka sambil makan roti tawar dan selai ala
kadarnya.
Ada satu kejadian yang tak terlupakan buat gw terkait makanan
selama di Hanoi, Vietnam. Kebetulan di salah satu hari gw tanpa sengaja makan
ayam goreng khas Vietnam yang setelah setengah jalan gw baru dikasih tahu bahwa
minyak goreng yang dipakai telah dicampur dengan lemak babi. Rasanya yang aneh
memang udah terasa di lidah tapi apa boleh dikata udah terlanjur masuk perut. Jadi,
buat yang muslim gw saranin bila hendak berkunjung ke Vietnam jangan lupa untuk
bawa makanan instan seperti mie, rendang atause macamnya sebagai pengganjal
perut untuk beberapa hari pertama selama di sana.
Untungnya di penghujung akhir kegiatan fieldwork, teman-teman dari negara lain memutuskan untuk mencari seafood sehingga alhamdulilah gw bisa ikut
makan. Salah satu makanan khas Vietnam yang gw inget adalah semacam potongan ikan
sungai yang dimasak dengan menggunakan berbagai sayuran tropis serta dimakannya
menggunakan bihun putih dan kecap ikan. For
your information, masyarakat Vietnam biasa makan bihun sebagai pengganti
nasi. Gw lupa nama makanannya apa tapi
menurut gw lumayan enak dan mengenyangkan karena akhirnya gw bisa makan
sepuasnya tanpa harus waspada. Cuman, setelah habis makan, kita-kita pada baru
sadar kalo harga makanannya yang cukup menguras kantong.
Salah satu seafood khas Vietnam yang pernah gw coba
Oleh karena itu, bagi yang muslim harus benar hati-hati dalam
memilih makan di sana dan jika perlu berani untuk bertanya lebih spesifik terkait
kehalalan makanan tersebut.
Sekian postingan gw kali ini. Semoga bermanfaat #TF



Komentar
Posting Komentar