PERSIAPAN MENGIKUTI TES IELTS 2017 ?
PERSIAPAN MENGIKUTI TES IELTS 2017 ?
Dengan semakin bertebarannya kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri dengan menggunakan skema beasiswa membuat masyarakat Indonesia khususnya generasi muda Indonesia termotivasi untuk mengejar mimpinya menuntut ilmu demi membangun negeri ini. Beasiswa dari pemerintah Indonesia pun telah menjadi incaran bagi lebih dari ribuan para pencari ilmu karena telah terbukti sukses mengantarkan pemuda-pemudi Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi berkualitas dunia. Selain itu, masih terdapat banyak beasiswa studi lanjut lain (jenjang master ataupun doktoral) yang ditawarkan oleh pemerintah negara lain, mulai dari yang familiar di kalangan scholarship hunters seperti AAS (Australia), Stuned (Belanda), Erasmus (EU), Monbogakusho (Japan) dan masih banyak lainnya. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi saat ini, mencari informasi terkait beasiswa pun bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya dengan mengetik keyword yang diinginkan di mbah google, ribuan website yang mengandung informasi terkait pun terpampang jelas dalam hitungan detik saja.
Secara garis besar diketahui bahwa salah satu persyaratan dokumen yang krusial untuk lulus seleksi tahap awal (administratif) dalam berbagai jenis beasiswa studi lanjut khususnya tujuan ke luar negeri adalah bukti penguasaan bahasa inggris. Saat ini, dengan mudah dijumpai berbagai jenis tes sebagai bukti kecakapan dalam penguasaan bahasa internasional ini, namun dua tes yang paling sering digunakan dan diakui mayoritas perguruan tinggi dunia antara lain IELTS dan TOEFL iBT.
Pada post ini, gw ingin sharing terkait persiapan dalam rangka tes IELTS. Cekidot!!!
IELTS sendiri merupakan ujian kecakapan bahasa inggris yang terdiri dari 4 sesi (Listening, Reading, Writing dan terakhir Speaking). Perbedaan yang mencolok antara IELTS dan TOEFL iBT sendiri adalah penggunaan jenis bahasa inggris, dimana IELTS cenderung menggunakan Australian / British English dan Accent dari berbagai negara lain sedangkan TOEFL iBT menggunakan mostly American English dalam ujiannya. Jadi, bagi kalian penggemar film-film Harry Potter pastinya sudah tidak awam lagi terhadap British English yang kental dengan logat nya yang susah didengerin khususnya bagi non native speaker seperti saya. Namun ingat, susah bukan berarti nggk mungkin. Selagi ada niat dan mau bekerja keras, percayalah hasil yang didapat akan memuaskan pada akhirnya. Azeeek.
Agar kalian siap jiwa raga sebelum bertempur, maka sudah seharusnya sebelum mendaftar tes, sudah harus mempersiapkan secara matang. Kenapa ??? Hal ini dikarenakan harga tesnya yang relatif mahal (buat gw dan mahasiswa kere lainnya) yakni berkisar Rp 2,7 jutaan bahkan bisa lebih mahal dikarenakan tergantung kurs dollar saat kalian daftar. Kecuali kalo kalian kaya raya, duit mah bukan permasalahan berarti yah.
Sesi tes Listening, Reading dan Writing dilakukan dalam kurun sehari saja. Sedangkan untuk tes Speaking, peserta bisa mendapatkan hari yang sama dengan pelaksanaan 3 tes tertulis sebelumnya ataupun beda hari (biasanya di minggu yang sama namun beberapa hari sebelum mengikuti 3 tes lainnya). Untuk tempat pendaftarannya sendiri terbilang banyak dan tersebar di beberapa kota besar Indonesia. Kalo saya pribadi, menggunakan jasa IDP sebagai penyelenggara resmi tes ini. Untuk lebih mendetail, bisa kalian cari di sini : www.idp.com.
Apakah tes IELTS punya syarat lulus atau tidak ? Well, nilai IELTS sendiri terbilang dari rentang angka 1 (setingkat CEFR A1) untuk nilai terendah hingga 9 (setingkat CEFR C2) yang menggambarkan tingkat kemahiran tertinggi. Sepengetahuan saya, tidak ada keterangan lulus atau tidaknya pada sertifikat ini, cuman tergantung dari kebutuhan kalian. Maksudnya, biasanya perguruan tinggi luar negeri mengisyaratkan nilai IELTS (total) lebih dari 5.5 ke atas sebagai syarat administrasi / tahap awal seleksi berkas. Sedangkan untuk syarat pendaftaran beasiswa sendiri mayoritas meminta diatas 6. Jadi, semuanya tergantung kebutuhan kalian masing-masing. Tapi, kalo untuk amannya, nilai 7 (total) ke atas sudah tergolong modal awal yang sangat cukup baik untuk mendaftar universitas ataupun beasiswa.
Bagaimana dengan perguruan tinggi dalam negeri ? Sepengetahuan saya, nilai TOEFL ITP (yang harganya berkisar Rp 400 ribuan kalo tidak salah) dapat digunakan untuk keperluan administrasi mayoritas universitas dalam negeri. Jadi, tes IELTS ini sendiri memang menjadi pilihan utama bagi peminat beasiswa ke luar negeri. Oleh karena itu, pastikan lagi tujuan universitas dan syarat kelengkapan bukti kecakapan bahasa inggris yang di minta oleh yang bersangkutan.
Berikut gw coba sharing pengalaman gw dalam mempersiapkan tes IELTS. Meskipun nilai yang gw dapet gak nyampe 9, tapi udah sangat cukup untuk gw pakai demi melengkapi syarat dari universitas tujuan yang diminta.
PERSIAPAN SEBELUM TES IELTS :
I. LISTENING & SPEAKING
Untuk persiapan kedua sesi ini, gw rajin-rajin buka channel youtube BBC ataupun channel lain yang bahasa inggrisnya pake logat British. Gw juga rajin nonton channel talk show semacam late night with Stephen Colbert, Ellen Show, Jimmy Kimmel Live dan Jimmy Fallon Late Night Show. Selain itu, gw juga suka nonton video youtube talk show dari Graham Norton sebagai bahan pembiasaan telinga gw terhadap logat dan accent british. Selain acaranya yang lucu, tamu-tamu yang diundang (mayoritas actor, actress dan musisi top dunia baik dari UK maupun US) juga sangat entertaining karena mereka menceritakan berbagai kejadian yang pernah mereka alami sehingga materi talkshownya tidak terlalu berat untuk dipahami (bukan materi perkuliahan yang kalo gw dengerin kadang bikin ngantuk haha).
Selain berbagai talkshow di atas, juga sudah banyak youtubers yang baik hati mau sharing tentang persiapan IELTS khususnya di kedua sesi ini. Tinggal search di youtube, dan kalian bisa menemukan berbagai channel yang amat sangat membantu untuk kalian dalam melatih telinga kalian serta memperbanyak kosakata. Menonton film hollywood, series seperti Games of Throne, Grey’s Anatomy, How I met your mother dan semacamnya juga sangat membantu kalian untuk belajar dengan fun. Intinya, dengan semakin banyaknya media yang kita punya saat ini, gunakanlah secara baik dan bijak, salah satunya demi mempersiapkan tes IELTS.
II. READING & WRITING
Sementara itu, untuk kedua sesi ini gw menekankan pada praktek langsung. Intinya, IQRO atau BACALAH! Dengan banyak membaca jurnal, artikel atau bahkan berita dalam bahasa inggris secara otomatis akan melatih kesiapan kita dalam mengikuti tes IELTS. Lagi-lagi, di internet sendiri buanyak banget contoh-contoh soal maupun contoh essay in english yang bisa kalian gunakan. Tinggal search di google maka kalian akan mudah memperoleh bahan-bahan tersebut.
Selain itu, saat kalian mendaftar tes IELTS (sudah membayar) maka kalian juga memperoleh akses gratis ke website latihan IELTS secara online. Namun, hanya satu sesi yang diperbolehkan untuk dibuka secara gratis. Saran saya, pilih sesi writing pada kesempatan ini karena melalui website ini, saya memperoleh banyak sekali contoh jawaban writing yang mudah dipahami dan efisien.
BTW, untuk latihan soal IELTS nya sendiri gw gk beli buku sama sekali. Selain karena gw kereee, di dunia maya juga banyak banget orang baik hati yang mau sharing bahan-bahan latihan IELTS secara lengkap mulai dari listening, reading, writing hingga speaking yang mereka punya. Gw sendiri menemukan banyak contoh soal dari blog-blog orang. Jadi, jangan malas buat menyempatkan waktu untuk googling yah.
Selain itu, di website kursus online gratis seperti coursera, EdX, duolingo dsb juga terkadang terdapat kursus persiapan IELTS yang dipersiapkan oleh universitas-universitas ternama dunia yang bisa diakses secara Cuma-Cuma. Jadi, dibanding duit kalian beli rokok yang menurut gw banyak mudharatnya, mending dipake buat beli paket data internet demi meningkatkan nilai IELTS kalian.
Last but Least, bagi kalian yang memang punya budget lebih, ikutan kursus IELTS Preparation juga merupakan salah satu opsi yang patut dicoba. Karena selain dibimbing langsung oleh yang berpengalaman, lingkungan belajar yang suportif juga sangat mendukung dan memotivasi kalian untuk tetap gigih dalam berjuang demi nilai IELTS yang lebih baik.
Note : Untuk sesi Listening dan Reading, usahakan kalian bisa memperoleh nilai 7 keatas. Karena nilai di kedua sesi ini sangat membantu untuk mendongkrak nilai total kalian apabila nasib jahatnya di 2 sesi lainnya, yakni speaking dan writing nilai kalian agak jeblok. Mengingat kedua sesi ini sedikit banyak menjadi hambatan bagi non speaker seperti saya yang kurang terbiasa untuk berbicara English Conversation maupun menulis Essay yang terstruktur.
Terima kasih telah mampir dan semoga bermanfaat #TF
Komentar
Posting Komentar